22 Desember 2010

it almost makes me cry. ALMOST.


and yes, i'm DONE with YOU.

16 Desember 2010

random things. today.

  1. Ada yang punya palu? Saya pinjam ya, saya mau getok kepala orang nih.
  2. Love and pain. Things that will come and go. Be brave to face it. And be grateful with it. God loves you, that's why God send those things to you.
  3. Belakangan ini saya sering kali berdoa, berdoa untuk kelancaran hidup seseorang, berdoa untuk kebahagiaan teman, berdoa untuk kelanggengan rumah tangga orangtua.. Tapi saya tidak pernah berdoa untuk diri saya sendiri. I've quit for it. Not because i don't believe in God... i just quit.

12 Desember 2010

i love being alone.

Aneh memang judulnya, pasti banyak orang berfikir kenapa saya suka merasa sendiri. Saya memang ditakdirkan untuk sendiri, untuk menghadapi apa saja sendiri, dilatih untuk tidak menunjukkan emosi apapun dan selalu dihadapkan dengan situasi dimana saya harus sendiri.
Bingung ya? Konteksnya bukan hanya seputar pacar tapi juga teman. Saya dulu pernah menulis di blog saya yang lama kalau saya tidak terbiasa dengan "long term friendship". Tidak terbiasa dan juga tidak pernah dibiasakan. Saya ingat dulu, jika saya sudah merasa enjoy dan nyaman dengan seorang ataupun banyak orang teman, seketika itu pula semuanya hilang. Karena memang dari kecil saya nomaden, berpindah-pindah mengikuti ayah saya yang pegawai negeri. Menyebalkan memang, tapi inilah hidup.
Saya ingat saya seringkali menangis ketika keesokan harinya saya akan bertemu dengan teman sekolah yang baru, saya selalu menangis sampai akhirnya tangisan itu berhenti dengan sendirinya. Disinilah saat dimana saya harus kuat, saya tidak boleh cengeng. Padahal, untuk anak usia 10 tahun, saat itu sangatlah krusial. Sangat penting adanya dukungan orangtua. Tapi, yah, saya masih punya adik. Yang satu masih TK dan yang satu masih bayi. Saya menangis sendiri, meratap sendiri dan menghadapi permasalahan remaja sendiri. Dari situlah saya menyadari, saya tidak boleh lemah dan saya tidak mau dianggap LEMAH. Weak only for LOOSER! (ekstrim ya keliatannya, tapi beginilah kehidupan mengajarkan saya).
Dan sampailah saya pada diri saya yang sekarang. Dulu mungkin saya masih punya beberapa sahabat, tapi seiring dengan waktu, satu persatu menjauh. Menikah. Punya anak. Dan sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Menyesal? Oh tidak. Saya bangga dengan diri saya sendiri. Saya kuat untuk diri saya sendiri. Saya berusaha untuk diri saya sendiri.
So, for you out there who think that i'm the most ignorant person in the world, wait until you see my whole life. From childhood until now... can you handle it?! Because life taught me to be strong, life pushed me not to cry.. Face life, face the truth. We born alone and we will die alone. That's the fact!

04 Desember 2010

galau segalau-galaunya.

Saya jadi ingat perkataan saya kurang lebih setahun yang lalu, tentang soulmate. Yang saya yakini jika jodoh itu mengenal kata "kadaluarsa". Bisa basi juga. Minggu lalu saya membacanya di salah satu novel yang saya beli. Kemarin saya merasakannya.
Akhirnya perjalanan waktu mengubah kita ya? Saya jadi kamu, dan kamu menjadi dirimu yang sebenarnya. Kata-kata diawal hanya jadi bualan semata, janji-janji hanya jadi pemanis perjalanan kita. Sampaikah kita di cinta yang realistis?
Tuhan hanya memberi kita waktu 3 tahun saja ya sepertinya? Eh, apa 3 tahun 6 bulan ya? Oh, iya 3,5 tahun ya. Ya, 3,5 tahun yang indah. Hm, tidak selalu indah sih. Memorable, itu kata yang cocok. Saya benci gagal, saya tidak suka menyerah. Saya tidak mau dianggap lemah.
Ya, bilang saja saya sombong. Tapi inilah cara saya untuk bisa bertahan. Bertahan pada apapun, termasuk cinta. Jika realistis hanya satu-satunya cara untuk bisa membuat saya kuat, saya lakukan.
Untunglah semua hal yang saya alami belakangan ini tidak membuat saya gila. Saya masih waras, walau tidak 100%. Haha. Lucu ya? Saya yang tidak waras 100% menyuruh orang waras untuk tetap waras. Bego luh!

07 November 2010

commitment.

Komitmen, sebuah kata yang sangat mudah untu diucapkan tapi sulit sekali untuk dijalankan (dan juga dipahami). Kenapa susah? Yah karena saya sering melihat banyak pasangan yang tiba-tiba amnesia, tiba-tiba lupa akan komitmen awal. Entah itu komitmen untuk saling mencintai, saling menjaga atau mungkin untuk tetap setia satu sama lain. Terkadang kekuatan komitmen itu kalah kuat seiring berjalannya waktu.
Saya pribadi memang pada awalnya agak sulit untuk menetapkan komitmen dengan pasangan, kenapa? Saya pada dasarnya orang yang agak "koboi", prinsip saya "jalani saja, bagaimana nanti itu urusan belakangan". Tapi lambat laun, saya menyadari penting juga komitmen itu ada. Kita (saya dan pasangan) jadi lebih fokus pada tujuan dan punya sesuatu yang bisa mengingatkan kita kalau terjadi sesuatu. Dan hasilnya, saya dan pasangan memang jadi lebih fokus mengejar tujuan bersama.
Tapi sikap saya ini seringkali membuat orang heran, kadang orang bingung melihat saya terlalu serius menghadapi sebuah hubungan. Mereka tidak tahu, saya pada dasarnya orang yang SERIUS. Ketika saya sudah berjanji, sebisa mungkin saya menepatinya. Apalagi ini komitmen, janji yang lebih dari sekedar janji. Bukankah kita semua tidak lagi muda? Mengapa masih saja menganggap komitmen itu sesuatu yang bisa ada dan tiba-tiba menghilang?
Dan bukankah komitmen itu seharusnya tidak memberatkan? Jika iya, tanyalah pada diri Anda masing-masing, apa kondisi ada ketika sedang membuat komitmen dengan seseorang? Didorong oleh rasa cinta kah? Atau nafsu kah? Atau memang pure ingin menjalani hidup bersama orang yang Anda pilih? Dari jawaban itu Anda bisa menyimpulkan, bagaimanakah Anda menghadapi sebuah komitmen itu.

Naif memang, tapi inilah satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan saya dari gilanya dunia ini.

Cheers for everyone,
:)

04 November 2010

dag.dig.dug.

Kenapa saya deg-deg-an begini ya? Biasanya ada kejadian yang kurang menyenangkan akan terjadi hari ini. Ya Tuhan, jangan hari ini... Sudah cukup rasanya cobaan hari ini.
:(

today's tearing moment. :(

ya Allah Gusti...
ikhlaskan hatiku.
Berikan hambamu kelapangan hati yang seluas-luasnya.

Berikan hamba keyakinan bahwa semua terjadi atas rancangan-Mu,
dan semua yang terjadi tidak ada yang sia-sia.

Amien.