23 Februari 2010

pre-wedding.

Aneh ya tiba-tiba saya ngomongin masalah pre wedding. 

Bukan maksud untuk ngomongin masalah boleh atau tidak boleh nih, hanya saja saya memang termasuk pengagum foto-foto milik calon pengantin. Semua hasil karya indah yang dibekukan dalam selembar kertas foto dan dibingkai dalam frame yang indah itu memang selalu jadi perhatian orang lain.

Udah pasti donk, itulah mengapa foto yang dipajang di depan gedung resepsi pasti foto pre-wedding hasil bidikan fotografer yang profesional, seolah mereka sedang berlomba menunjukkan kebahagiaan yang mereka rasakan (dan mudah-mudahan dapat dirasakan pula oleh para tetamu yang hadir).

Saya sih suatu saat nanti ingin sekali bisa membuat sebuah (atau beberapa buah) fotopre-wedding yang indah yang membuat orang yang melihatnya juga merasakan apa yang saya dan pasangan rasakan. 

Hopefully.... :)

10 Februari 2010

Tanpa luka, cinta bukanlah cinta.

artikel di-copy dari sini


The greater your capacity to love, the greater your capacity to feel the pain--Jennifer Anniston


TAK ADA gading yang tak retak, tak ada kekasih yang tak pernah buat palak. Pecinta sejati pun tak selalu bisa menyediakan semua yang kau inginkan, tak selalu berhasil menghindarkanmu dari luka, bahkan kadang tak bisa mencegah dirinya menjadi sumbernya. Tapi jika dia tak menyayangimu seperti yang kau inginkan, bukan berarti dia tak mencintaimu dengan segala yang dia punya, dengan semua yang dia bisa.

Tak sadar, kita kadang menjadi seperti bos-bos yang menyebalkan itu; menilai sesuatu hanya dari hasil, sama sekali tak memperhitungkan upaya dan perjuangan anak buah. Cinta, semestinya juga bukan semata soal hasil akhir, tetapi lebih kepada pergulatan hari demi hari, antara tangis dan tawa, antara hari yang gurih dan malam yang perih, desah yang legit, kesah yang pahit, tentang tawa yang tak selalu bisa berderai, tentang orgasme yang tak selalu bisa tercapai. *Lho?

Aku tak bisa menjanjikanmu cinta yang berakhir bahagia, karena cintaku adalah perjuangan tanpa akhir.

Kalian begitu dekat, sehingga denyut nadinya adalah detak jantungmu, rambutmu leluasa menggelombang sampai ke dahinya, ketika matanya terpejam kaulah yang jatuh tertidur. Akankah kau biarkan ada yang lain sedekat itu pula denganmu? Pun jika kau biarkan, akankah dia bisa mencapaimu sudut-sudut jiwamu? (Jangan-jangan dia bahkan tidak tahu di sebelah mana pintu menuju hatimu).

Akankah kau paksa hela napasmu mengenali bau tubuh lain? Bisakah kau pastikan ada bibir lain yang bisa menghapus tuntas bekas bibirnya di bibirmu? (Kata orang, ga selalu mudah loh mencari kontur bibir yang benar-benar fit dengan bibirmu. Bisa malah seperti mencari kepingan puzzle yang tercecer).

Pasti lebih mudah membuka mata melihat perjuangannya mencintaimu, dengan segala ketidaksempurnaannya, menerima dan mencintai ketidaksempurnaanmu. Dia membiarkanmu menjadi dirimu sendiri, saat kau sendiri mulai berpikir untuk menjadi orang lain.

Maka mencintainya, hari demi hari, adalah mencintai dirimu sendiri. Menyadari perihnya akan membuatmu menangis, kebahagiannmu membuatnya tertawa.

*****

DI HADAPANNYA, dalam setiap momen yang kalian punya, ekspresikan segala yang kau rasakan, proyeksikan semua yang kau impikan. Biar menyeruak, seperti pusaran debu diterbangkan angin. Bukankah salju pun membiarkan dirinya meleleh di gerbang musim semi, tanpa pernah sempat memperkenalkan dirinya pada kuncup dan kelopak bunga.

Bertengkarlah dengannya. Berteriaklah dalam bara amarahmu. Di kali lain, cicipi pula pedas kata-katanya, karena hubungan jangka panjang, mustahil bisa selamat dari hal-hal seperti itu. (Tapi kalau dia sudah main tangan, berhentilah membaca ini, dan cari segera kantor polsek terdekat).

Yang penting adalah, bagaimana kamu dan dia bisa kembali merasakan cinta mengobati semua luka, terpadukan lagi, terhubungkan kembali, dan setiap kali itu terjadi, kalian mestinya telah naik satu level, semakin esensial, semakin terbiasa dengan kehadirannya, semakin tak bisa tanpa keberadaannya.

Seperti kehidupan itu sendiri, cinta adalah pergulatan yang pada titik tertentu akan memeras kelenjar air matamu, meremukkan hatimu yang ringkih, membuatmu terjebak dalam malam-malam panjang, saat mata tak bisa dipaksa pejam.

Tetapi tetaplah di situ, bergulat bersama pengertian, kedamaian, pertentangan, kekhilafan, bara api, perih tanpa suara, dan cinta yang menggenapinya.

Karena cinta adalah tentang menyatukan yang pecah, merekatkan yang terpisah, memulihkan luka, mengenali duka, mengakrabi lara, mengerti nestapa. Juga tentang menyediakan bahu menampung air mata. Inilah penyatuan kembali, kesadaran yang datang perlahan, bahwa di balik semua kekalutan itu, kalian sesungguhnya telah membangun sejarah keindahan yang begitu panjang, begitu panjang sehingga luka itu terlihat hanya berupa titik-titik yang tak penting.

Demi semua kegamangan dalam ketidakpastian yang menyelimuti setiap hari yang tiba, inilah hidupmu, ketakutanmu, egomu, mimpimu, esokmu, sejarahmu. Dan untuk itu semua, serela-relanya, kau akan mempertaruhkan segalanya. Ini cinta yang telah kau pilih. Biarlah bersamanya datang segala perih, tak karenanya hati menyerpih. Tak ada luka yang tak bisa pulih.

Tanpa luka, cinta bukanlah cinta. Tanpa tangisan, bagaimana sebuah kisah cinta bisa jadi legenda? Karena bahagia bukan saja tentang riuh tawa, tetapi juga tetes air mata, ketika kita menggunakannya membasuh luka, menenggelamkan duka. Dahsyatnya lara yang bisa kau lewati, adalah ukuran besarnya hati yang kau miliki, dan agungnya cinta yang di sana menjadi penghuni.

26 Januari 2010

RIP my dearest Upi Cat.

Akhirnya dia pergi dengan tenang.
Pada tanggal 23 januari 2010 pukul 16.00 WIB
Teman, sahabat dan penyatu hati kami telah pergi.
Tapi saya tidak menangis, saya sungguh ikhlas melepas kepergiannya.
Setelah perjuangannya bertahan dalam sakit selama hampir sebulan lamanya,
akhirnya dia menyerah.

Sungguh, mummy dan pappy sangat ikhlas kamu pergi sayang.
Jika memang ini yang terbaik bagimu, kami ikhlas.
Semoga kau tenang di alam sana,dan sampaikan salam kami untuk Uno tersayang.

Mummy dan pappy yang selalu sayang padamu,

12 Januari 2010

road to recovery

Upi, kucing putih kesayangan saya menunjukkan gejala2 aneh. Tidak mau makan, tidak mau minum dan dia seperti sedang mengejan untuk buang air kecil. Setelah dua hari, gejalanya bertambah parah. Malah dia sampai muntah berulang kali. Langsung saja Upi saya bawa ke vet (dokter)-nya. Ternyata, Upi didiagnosa menderita penyakit penyumbatan saluran kencing ( FUS = Feline Urinary Syndrome ) dan Upi sudah mengalami kondisi yang cukup parah. Maka vet langsung menyarankan untuk dipasang kateter. Sayangnya ketika itu saya harus berangkat ke Jakarta.

Sepanjang perjalanan saya terus memantau keadaannya. Ternyata Upi harus dioperasi karena sampai pada pemasangan kateter yang kedua itu ternyata tidak berhasil. Oh My God! OPERASI??

Saya tahu saat itu genting sekali dan tidak bisa ditunda2 lagi. Sedangkan banyak hal yang harus saya pertimbangkan (termasuk faktor biaya yang tidak sedikit). Pada akhirnya operasi tetap dilaksanakan, tidak bisa mundur lagi. Selama proses itu, saya hanya bisa memantaunya dari jauh.

Ternyata, dua hari setelah Upi dioperasi, dia menunjukkan gejala yang aneh lagi. Kalau sebelum operasi dia kesulitan untuk buang air kecil, sekarang malah terlalu lancar. Semua bulunya jadi basah kuyup karena terkena rembesan air seninya. Terus terang saya panik sekali, karena kasus ini pun asing bagi vetnya. Bolak-balik saya tanya kesemuanya, semua menyarankan saya merawat sendiri saja. Ditambah kasih sayang dan suasana rumah yang pasti sangat dia kenal, pastilah kesembuhan cepat terjadi.

Sekarang ini Upi makan makanan khusus yang saya buat sendiri. Fresh from the oven, dan Upi sepertinya sangat menyukainya.

Mudah2an dia cepat sembuh. Mummy loves you so very much, sweety...

03 Januari 2010

lack of tolerant

Ugh, hampir saja saya mengumpat, setelah sekian lama saya berusaha menahannya. Kelihatannya dia memang selalu datang membawa kemarahan dan segala macam emosi dan perasaan negatif itu, yang hampir saja mengembalikan saya ke diri saya yang dulu.

Saya heran,

kenapa orang ini tidak pernah belajar dari kesalahannya, dari pengalamannya. Yang dia tahu itu, karena saya yakin dia tidak bodoh, bahkan jauh lebih cerdas dari saya. Hanya saja ego dia lebih besar dari otaknya. Oh poor girl. ckckckck

Tapi dengan kembalinya dia, saya merasa seperti dilatih lagi untuk menahan semua emosi tak terkontrol ini. Semua orang berhak kok untuk bisa merasa, karena kita semua manusia. 

Hell yea.. 

:D

02 Januari 2010

HAPPY NEW YEAR 2010

I made no resolutions for the New Year. The habit of making plans, of criticizing, sanctioning and molding my life, is too much of a daily event for me ~ by:Anaïs Nin 
Yes, i've made no resolutions at all... hehehehe. Bukan karena saya malas, tapi karena memang tidak mau. Saya sadar diri dengan kegemaran saya membuat resolusi yang teramat tinggi, yang saya yakin tidak akan tercapai. i stop forcing my self to be that "high"
Tapi bukannya saya tidak berusaha, saya hanya berusaha realistis saja dengan keadaan.
Dengan diri saya sendiri.
HAPPY NEW YEAR 2010 everyone..
May all your troubles last as long as your New Year's resolutions! 
:D

12 November 2009

movie-list.

  1. This Is It
  2. Astroboy
  3. 2012
  4. Eat, Love and Pray
  5. New Moon