19 Januari 2012

dear kamu yang cantik :)

Dear kamu yang cantik,

Aku tahu kabar kamu pagi ini pasti baik, atau paling tidak berusaha membuatnya menjadi baik. Karena aku tau kamu itu kuat, kuat berpura-pura kalau semua baik-baik saja. Padahal dalam hatimu kamu ingin menangis tapi lagi-lagi kamu simpan saja. Karena kamu tidak mau dianggap lemah oleh orang lain.

Sesekali bukalah topengmu itu, biarkan orang lain tau apa yang kamu rasakan. Karena aku melihat senyum yang kau beri untukku itu bukan lagi senyum tulus, tapi senyum getir penuh kepalsuan. Kamu mau terus hidup dalam dunia seperti itu? Palsu dan buatan.

Tanpa kamu cerita pun aku sudah tau kenapa kamu begitu. Kamu terlalu sering dikecewakan, padahal kamu sudah sangat percaya pada mereka. Buatmu sekali kepercayaan itu dilukai, tidak ada lagi kesempatan kedua. Itu sebabnya kamu hidup dengan cara kamu sendiri, yang secara tidak sadar mungkin menyakiti orang lain.

Aku tidak melarangmu untuk itu, karena itu pilihanmu, cantik. Hanya saja aku merasa kasihan padamu, tapi aku tak tau harus berbuat apa. Aku akan tetap disini menemanimu, cantik. Sampai kamu berani membuka tabir diri yang kamu pasang itu dan jujur kepada dirimu sendiri.

Dari Aku,
sisi lain dirimu yang tak pernah kau dengar.

14 Januari 2012

untukmu, biru.

Selamat pagi #kamu !

Sarapan apa kamu pagi ini?
Kalau aku sudah pasti memulainya dengan secangkir kopi rindu
sambil menghirup udara cinta yang segar.
Segar karena ada kamu disini,
dihatiku.

Aku rindu bayangmu, yang selalu melengkungkan pelangi di hatiku.
Dan seketika duniaku tidak lagi abu-abu, setidaknya bagiku.

Aku rindu desah nafasmu yang mengatakan agar aku nyata
dan tidak hanya menjadi kenangan belaka.

Aku rindu bibirmu, yang memagut cintamu melalui bibirku.
Memabukkan, sama seperti sentuhanmu.

Kamu adalah alasan utamaku untuk bermimpi.
Karena entah sejak kapan, aku dan kamu melebur menjadi kita.

Kamu yang tak tergapai, hanya lewat mimpi aku berani berandai.
Mungkinkah esok kau akan nyata hadir untukku?
Atau selamanya menjadi mimpi untukku?


#aku,
yang (tak pernah lelah) bermimpi tentang #kamu

09 Desember 2011

my confession part 2

Hey, it's me again.

Setelah apa yang udah saya lakukan, ternyata ga semudah itu menghapus kesalahan saya. Itu belum cukup di mata orang. Orang ingin saya mati, karena itu harga yang pantas untuk orang seperti saya. Munafik dan bodoh.

Ternyata saya tidak sekuat itu. Saya juga manusia, yang melakukan salah seperti manusia pada umumnya, yang bisa dibutakan oleh keinginan dan yang bisa lupa dengan norma.

Kalau memang ada yang ingin bunuh saya, maka lakukanlah! Jangan ragu. Saya siap mati dengan cara apapun. Apapun asal itu bisa menggantikan air mata yang telah jatuh karena kebodohan saya.

:'((((

my confession part 1

Oke, sebelumnya saya perlu menjelaskan kalau saya memilih bercerita disini karena saya ingin orang-orang tau apa isi hati saya. Isi hati yang tidak mungkin saya ceritakan satupersatu ke orang.

Saya akui salah melakukan kesalahan dan saya menerima akibatnya. Saya tidak menolak untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Hanya saja, apakah dengan hal ini kalian puas? Apa memang ini yang kalian mau? Apa memang ini hasil akhir yang kalian inginkan? Kurang hancurkah harga diri dan perasaan saya kalian buat?

Saya kehabisan kata-kata terhadap kalian. Kalau memang kalian belum puas, silahkan lanjutkan. Hancurkan saya, hilangkan harga diri saya di depan orang-orang, murahkan martabat saya di benak kalian.

I just don't care anymore. :'(

26 September 2011

Seseorang mestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan karena ketakutannya akan sepi.

Saya mendapat kutipan ini dari seorang teman baik, teman yang tidak pernah saya kira akan menjadi "penampar" saya. Tidak sampai semalam, dia datang "menampar" saya, tanpa ampun, yang pada akhirnya membangunkan saya dari mimpi buruk saya.

Saya sering melihat dan membaca kata-kata tentang "being yourself" or "love yourself", tapi baru kali ini saya benar-benar mencerna dan menghayati arti dari kata-kata tersebut. I think I was blinded, by something that (maybe) doesn't exist. Atau mungkin saya membutakan diri sendiri sampai pada akhirnya saya menjadi buta seluruhnya.

Kemarin saya tanpa sengaja menonton Eat, Pray, Love. Saya kagum dengan keberanian Elizabeth Gilbert yang keluar dari zona nyamannya untuk mencari arti di tengah kekosongan jiwanya. Akhirnya dia memutuskan untuk bercerai dari suami yang sangat mencintainya, keluar dari pekerjaan dan karier yang menjanjikan, meninggalkan keluarganya dan memutuskan untuk berkeliling mencari keseimbangan dalam hidupnya. Dan ia memilih Italia, india dan Indonesia sebagai tempat pencariannya. Dan sampai di akhir kisahnya, ia memang menemukan titik keseimbangan itu, lewat orang-orang yang mungkin tidak ia sangka sebelumnya.

Ada satu kutipan dari Elizabeth Gilbert yang saya suka.

“People think a soul mate is your perfect fit, and that's what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you'll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master...”
Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love

Sounds familiar, huh?

11 Juli 2011

Jujur saja, saya ingin bercerita. Saya gundah, saya butuh dikuatkan. Bukan begini caranya untuk membuat saya sadar akan pilihan saya. Saya tahu, semua yang sudah saya tentukan, segala resikonya akan saya hadapi sendiri. Tapi saya tidak pernah mengira akan begini jadinya.

Saya melakukan ini pun tidak membuat diri saya menjadi lebih baik. Saya justru merasa jauh lebih gundah. Tapi saya harus bagaimana?

Tolong beritahu saya, apa yang harus saya lakukan?
Apa yang salah?

07 Juli 2011

it is what it is.

Saya tergelitik setelah pembicaraan saya dengan seorang teman, bahwa semua yang ada di hidup kita itu sudah sesuai dengan porsi kita. Teman saya ini mengalami kegundahan hati yang sangat kuat, mempertanyakan kenapa hidup begitu sial sehingga mengutuki kalo Tuhan itu tidak adil padanya.
Hanya satu yang saya katakan,
Bukankah Tuhan sudah menciptakan kita sebegitu sempurnanya, dan sangat kuat menghadapi semua yang diberikan oleh-Nya. Jangan pernah mengeluh bahwa hidup itu berat, jangan pernah mengutuk bahwa hidup kita yang paling susah. Karena disaat itulah manusia itu mencapai titik kesempurnaan yang sejati.
Terus terang saya sebal mendengar keluhan orang-orang bahwa mereka merasa yang paling sial dan susah. Tapi anehnya mereka malas untuk dikasihani, tapi menuntut perhatian orang lain. Saya akan langsung bilang, "Trus lo nyesel ama diri lo sendiri?". Biasanya orang akan langsung diam menghadapi pertanyaan seperti itu.

Come on guys, it is what it is.. Belajarlah untuk lebih peka dengan lingkungan. Jangan melihat hanya hidup kalian yang susah. Try to be on somebody's shoes to understand life.