Saya sungguh iri.
Iri pada orang-orang yang ada di sekeliling saya.
Saya iri kenapa di usianya yang seperempat abad, dia sudah mendapatkan semuanya.
Menikah, bekerja dan sekarang menikmati saat-saat menjadi ibu.
Saya juga iri pada dia yang bisa mendapat restu kedua orangtua.
Padahal saya masih begini-begini saja.
Apalagi dengan dia, yang mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah berpacaran dengan orang asing.
Sungguh saya betul-betul iri.
Tapi untuk apa?
Iri hanya membuang energi positif dan megunpulkan energi negatif.
Saya yakin,
Tuhan menciptakan makhluknya sempurna.
Rejeki setiap makhluknya sesuai dengan porsinya.
Saya yakin, rejeki saya pun ada dan sesuai dengan kemampuan saya.
Kemampuan untuk mengatur dan menjaganya.
Dan mungkin saat ini belum saatnya bagi saya untuk mendapatkan rejeki saya.
So,
why have to worry?
Cheers.
P.S: Hari ini hari terakhir puasa, berarti besok sudah lebaran. Maaf lahir bathin ya. Semoga kita kembali fitri. :)
19 September 2009
17 September 2009
mata merah
Ya, itulah yang terjadi pada saya belakangan ini.
Selamat tinggal muka cantik dan selamat datang mata merah.
*langsung tetesin obat mata biar mendingan.
Semenjak puasa hari pertama, saya memang tidak bisa menikmati waktu tidur saya.
Kebanyakan waktu malam saya malah melek,
dan siangnya saya justru baru tidur.
Huh, jam biologis saya terbalik.
Makanya saya jadi gampang terkena penyakit.
Tapi, diluar bulan Ramadhan pun saya masih sulit tidur cepat.
Baru bisa tidur kalau ayam2 tetangga *lhoh emang ada yg punya ayam?* sudah mulai berkokok.
Betul-betul kebiasaan buruk.
Mudah-mudahan saya bisa mengembalikan waktu tidur saya seperti semula.
kebali seperti waktu saya belum menyentuh hal yang bernama SKRIPSI.
Oia, selamat sahur. Sekarang sudah jam 03.15 AM, berarti sekarang sudah waktunya sahur.
Enjoy your meals. :-)
Selamat tinggal muka cantik dan selamat datang mata merah.
*langsung tetesin obat mata biar mendingan.
Semenjak puasa hari pertama, saya memang tidak bisa menikmati waktu tidur saya.
Kebanyakan waktu malam saya malah melek,
dan siangnya saya justru baru tidur.
Huh, jam biologis saya terbalik.
Makanya saya jadi gampang terkena penyakit.
Tapi, diluar bulan Ramadhan pun saya masih sulit tidur cepat.
Baru bisa tidur kalau ayam2 tetangga *lhoh emang ada yg punya ayam?* sudah mulai berkokok.
Betul-betul kebiasaan buruk.
Mudah-mudahan saya bisa mengembalikan waktu tidur saya seperti semula.
kebali seperti waktu saya belum menyentuh hal yang bernama SKRIPSI.
Oia, selamat sahur. Sekarang sudah jam 03.15 AM, berarti sekarang sudah waktunya sahur.
Enjoy your meals. :-)
03 September 2009
today update.
Ramadhan hari ke-14.
Hari-hari terasa lambat sekali. Mungkin karena saya tidak melakukan kesibukan apa-apa saat ini. Jadi pengangguran itu sangat tidak enak. Mau apa-apa rasanya sendirian, mau pergi keluar selalu ada pertimbangan keuangan yang mengikuti di belakang.
Disaat seperti ini rasanya ingin cepat-cepat mendapat pekerjaan, tapi.. belum ada panggilan yang mampir ke saya. Untung saja ada satu-dua tawaran pekerjaan datang ke saya. Walaupun dari segi gaji mungkin tidak seberapa, tapi pekerjaan ini berkesinambungan. Kalau konsumen puas, masa kontrak saya akan diperpanjang.
Sampai detik ini, saya masih kuat bertahan pada posisi ini. Dan mudah-mudahan seterusnya akan begitu.
Hari-hari terasa lambat sekali. Mungkin karena saya tidak melakukan kesibukan apa-apa saat ini. Jadi pengangguran itu sangat tidak enak. Mau apa-apa rasanya sendirian, mau pergi keluar selalu ada pertimbangan keuangan yang mengikuti di belakang.
Disaat seperti ini rasanya ingin cepat-cepat mendapat pekerjaan, tapi.. belum ada panggilan yang mampir ke saya. Untung saja ada satu-dua tawaran pekerjaan datang ke saya. Walaupun dari segi gaji mungkin tidak seberapa, tapi pekerjaan ini berkesinambungan. Kalau konsumen puas, masa kontrak saya akan diperpanjang.
Sampai detik ini, saya masih kuat bertahan pada posisi ini. Dan mudah-mudahan seterusnya akan begitu.
03 Agustus 2009
recent updates.
Rasanya seperti sudah berabad-abad saya ga update blog ini. Setelah kesibukan mempersiapkan acara seremonial wisuda saya (termasuk menyambut kedatangaan dua tamu penting saya; ayah dan ibu), mengurus tetek bengek berkaitan dengan kostum kebaya saya (yang ternyata belakangan saya menyesal membuatnya, karena pada akhirnya ketutupan jubah toga saya.) dan mengurus persyaratan pendaftaran kerja.
Gak heran kalo akhirnya setelah seminggu yang melelahkan ditambah dengan cuaca kota Semarang yang (sangat-sangat) tidak bersahabat, saya menyerah. Tepat di hari terakhir acara seremonial wisuda fakultas, kondisi badan saya langsung drop.
Keesokan paginya saya langsung terbang ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, panas tubuh saya mencapai 39 derajat (beruntung saya ga step segala..). Alhamdulillah, hari ini panas tubuh saya sudah normal, tinggal batuk dan pilek saja yang masih mengganggu.
Lega sudah rasanya, sekarang tinggal usaha mencari pekerjaan. :)
14 Juli 2009
sehari kemarin.
Hari Selasa kemarin, saya pergi ke Kemayoran. Tujuan saya untuk memperpanjang SIM A saya yang ternyata sudah mati sejak 3 bulan yang lalu. Berangkat ke sana diantar oleh supir kantor, saya beruntung karena begitu sampai saya bisa langsung menyelesaikan urusan SIM. Mulai dari foto, isi data diri dan pencetakan SIM menghabiskan waktu hanya 15 menit saja. Jauh dari bayangan saya kalau akan secepat ini.
Selesai urusan, saya diantar supir sampai ke daerah Kota. Tujuan saya selanjutnya adalah ITC Roxy Mas. Saya ingat kalau hubby dan saya ingin mengganti nomor ponsel lama dengan yang baru. Alasannya? untuk kenyamanan dan keamanan saja. :)
Saya memilih naik angkutan kota karena menurut saya jauh lebih nyaman daripada kalau saya membawa kendaraan sendiri. Tinggal bayar, duduk dan kalau sampai tinggal turun. Lagipula saya rindu mengelilingi kota kelahiran saya dengan angkutan kota. Ternyata sudah banyak perubahan disana-sini. Banyak bangunan baru, jalan baru dan membuat saya seperti tidak mengenali kota saya sendiri.
Sesampainya di Roxy, suasana masih sepi. Wajar saja, karena waktu itu masih pukul 10 pagi. Jarang orang pergi ke pusat perbelanjaan di pagi hari seperti itu. Lagipula, hari itu hari kerja, maka wajar kalau sepi pengunjung. Tujuan pertama saya adalah mencari konter penjual nomor-nomor cantik. Begitu samapi dan tanya sana-sini, harganya dilluar bayangan saya. Karena bingung, saya urungkan niat saya membeli SIM card itu. Mungkin nanti-nanti saja, karena belum terlalu penting. Tidak harus beli sekarang. :)
Turun ke lantai dasar, saya melihat ada bazar buku murah. Untuk informasi saja, saya paling tidak tahan kalau ada bazar buku. Kalap luar biasa! Makanya begitu pulang, saya beli 3 buku sekaligus, itupun melalui pertimbangan yang sangat-amat masak dan kurangnya uang yang saya bawa. Beberapa langkah dari tempat itu, saya kembali melihat kaus lucu yang saya idam-idamkan. Saya langsung beli tanpa menawar. Dan begitu pula dengan sepatu warna kunyit itu, langsung masuk ke tas belanja saya.
Pencarian nomor cantik saya berakhir dengan 3 buah novel, 1 pasang sepatu dan 1 buah kaus.
Hahaha.. Dasar perempuan. Ga tahan liat barang-barang murah. :D
Pulangnya saya melewati jalan yang sama, dengan angkutan yang sama pula. Puas rasanya hati ini, bukan karena tentengan yang saya bawa ini, tapi lebih karena pada akhirnya saya bisa menikmati kemacetan dan hiruk-pikuk kota tanpa harus terpisahkan kaca mobil dan bisa merasakan panasnya cuaca diluar tanpa harus dihembus oleh AC mobil. Karena tidak ada kesenjangan, dan itu selalu membuat saya rindu. :)
Selesai urusan, saya diantar supir sampai ke daerah Kota. Tujuan saya selanjutnya adalah ITC Roxy Mas. Saya ingat kalau hubby dan saya ingin mengganti nomor ponsel lama dengan yang baru. Alasannya? untuk kenyamanan dan keamanan saja. :)
Saya memilih naik angkutan kota karena menurut saya jauh lebih nyaman daripada kalau saya membawa kendaraan sendiri. Tinggal bayar, duduk dan kalau sampai tinggal turun. Lagipula saya rindu mengelilingi kota kelahiran saya dengan angkutan kota. Ternyata sudah banyak perubahan disana-sini. Banyak bangunan baru, jalan baru dan membuat saya seperti tidak mengenali kota saya sendiri.
Sesampainya di Roxy, suasana masih sepi. Wajar saja, karena waktu itu masih pukul 10 pagi. Jarang orang pergi ke pusat perbelanjaan di pagi hari seperti itu. Lagipula, hari itu hari kerja, maka wajar kalau sepi pengunjung. Tujuan pertama saya adalah mencari konter penjual nomor-nomor cantik. Begitu samapi dan tanya sana-sini, harganya dilluar bayangan saya. Karena bingung, saya urungkan niat saya membeli SIM card itu. Mungkin nanti-nanti saja, karena belum terlalu penting. Tidak harus beli sekarang. :)
Turun ke lantai dasar, saya melihat ada bazar buku murah. Untuk informasi saja, saya paling tidak tahan kalau ada bazar buku. Kalap luar biasa! Makanya begitu pulang, saya beli 3 buku sekaligus, itupun melalui pertimbangan yang sangat-amat masak dan kurangnya uang yang saya bawa. Beberapa langkah dari tempat itu, saya kembali melihat kaus lucu yang saya idam-idamkan. Saya langsung beli tanpa menawar. Dan begitu pula dengan sepatu warna kunyit itu, langsung masuk ke tas belanja saya.
Pencarian nomor cantik saya berakhir dengan 3 buah novel, 1 pasang sepatu dan 1 buah kaus.
Hahaha.. Dasar perempuan. Ga tahan liat barang-barang murah. :D
Pulangnya saya melewati jalan yang sama, dengan angkutan yang sama pula. Puas rasanya hati ini, bukan karena tentengan yang saya bawa ini, tapi lebih karena pada akhirnya saya bisa menikmati kemacetan dan hiruk-pikuk kota tanpa harus terpisahkan kaca mobil dan bisa merasakan panasnya cuaca diluar tanpa harus dihembus oleh AC mobil. Karena tidak ada kesenjangan, dan itu selalu membuat saya rindu. :)
09 Juli 2009
Gone to soon.
Genap seminggu berita gegap gempita tentang kepergian King of Pop Michael Jackson.
Mengejutkan ya, apalagi beliau pergi dalam sepi, tanpa ada yang menemani dan ketika sinarnya sedang redup. Ironis memang, bintang yang kembali dipuja ketika ia sudah tak lagi bernyawa.
Michael Jackson selalu menjadi idola saya.
Di rumah, saya puas-puaskan menonton vid-klip dan biography yang ada di E! ataupun CNN. Semakin saya tahu tentang masa lalunya, semakin suka saya padanya. Suka tapi juga kasihan, mengapa hidup begitu tak adil padanya. Seorang bintang besar yang dipuja oleh manusia seluruh dunia tapi diasingkan oleh keluarganya sendiri.
Ketika saya menyaksikan acara pemakamannya yang meriah itu, hati saya sedih sekali.
Lucu ya, saya tidak kenal dia dan dia pun bukan keluarga saya, tapi saya bisa menangis untuknya.
Begitu besarnya pengaruh dia terhadap saya.
Saking besarnya sampai-sampai mengalihkan perhatian saya pada berita seputar pemilihan presiden.
Goodbye Michael or Mikaeel...
May God hold you in His arms. So you dont feel any pain anymore.
back from hectic and stressful days. :)
I'm back!
Setelah hampir satu bulan saya absen posting disini, akhirnya saya kembali.
Banyak kejadian yg belum sempet saya posting disini. Here we go..
Setelah hampir satu bulan saya absen posting disini, akhirnya saya kembali.
Banyak kejadian yg belum sempet saya posting disini. Here we go..
- Alhamdulillah saya akhirnya dinyatakan lulus dengan gelar Sarjana Administrasi Publik (S.AP) dengan predikat sangat memuaskan. :)
- Seiring dengan kelulusan itu, kehidupan saya pun ikut membaik. Mungkin karena satu beban pikiran saya hilang (dan bertambah beban pikiran yang lain )
- Tahun kedua yang sangat berwarna... full with ups and downs.. :) and it makes me love him even more. Love u hubby-will-be :*
- Dengan pertimbangan yang sangat panjang, saya terpaksa merelakan anak2 saya ( baca: kucing2 ) untuk diadopsi oleh pihak ketiga. Alasannya? karena saya harus kembali ke Ibukota untuk bekerja.
- Ibu saya sering berkata, "Kapan???" yang selalu membuat saya tidak bisa menjawab apa2.
- Capek marah2 sama orang yang ga seharusnya saya urusin. She/he were annoying me, but i'll stay in my focus... :)
Sebenarnya ada lebih banyak cerita tapi seperti biasa, saya selalu lupa hehe.
Mungkin di update-an berikutnya akan saya lengkapi.
well..see you around fellas :)
have a nice thursday
Langganan:
Postingan (Atom)